fbpx
Kamis, 23 Mei 2024

Penyanyi Legendaris Yusuf Islam Desak Gencatan Senjata Di Gaza, Sebut Pertarungan Tidak Seimbang

Share

Ahad, 15 Rabiul Akhir 1445 H / 29 Oktober 2023 09:15 wib

3.398 views

<!–

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
–>

ISTANBUL, TURKI (voa-islam.com) – Penyanyi Inggris Yusuf Islam pada hari Sabtu (28/10/2023) menyerukan gencatan senjata di Gaza saat ia berpidato di “Pertemuan Besar Palestina” sebuah demonstrasi pro-Palestina di Istanbul.

“Pesan saya hari ini adalah memohon diakhirinya pemboman terhadap keluarga tak berdosa, rumah mereka, dan terutama anak-anak kecil yang merupakan setengah dari jumlah korban tewas,” kata Yusuf Islam, yang juga dikenal sebagai Cat Stevens.

Dia berterima kasih kepada Turki “karena mengambil sikap yang benar” terhadap krisis kemanusiaan di Gaza, yang terguncang akibat serangan udara Israel yang tiada henti selama tiga minggu.

“Ini bukanlah pertarungan antar pihak yang seimbang. Jika kita melihat serangan pada tanggal 7 Oktober dan membandingkannya dengan skala respons militer yang luas, maka hal ini tidak dapat dibandingkan. Dalam Islam, perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak serta non-kombatan adalah hal yang mendasar,” katanya.

Dia juga mendesak Israel untuk mengingat pesan Taurat dan meninggalkan “jalan malapetaka dan kehancuran.

“Ingat pesan asli yang Tuhan kirimkan kepada Anda: ‘Jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mencari harta sesamamu.’ Ini adalah hukum Musa yang diajarkan kepada dunia. Mengapa kamu tidak mengikuti mereka?” dia berkata.

“Fakta ini saya ulangi karena saya yakin Tanah Suci telah dianugerahkan kepada seluruh keluarga Ibrahim, yang bukan hanya Yahudi atau Nasrani, untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Dia mengatakan penduduk Palestina menganut keyakinan Nabi Ibrahim, dan menambahkan bahwa Zionisme adalah gerakan politik yang muncul setelah konflik yang merusak dan brutal di Eropa, dan “tidak ada hubungannya dengan orang-orang Palestina.”

Dia menambahkan bahwa sebelum membaca Al-Quran, dia, seperti banyak orang di dunia Barat, mendukung gagasan “menanam pohon di tanah Israel.” Namun, katanya, setelah memeluk Islam, ia mampu melihat “di balik tabir. (AA) 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

<!–

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
–>

Sumber Klik disini

Tinggalkan Balasan

Read more

Berita lainnya