Umar Ibnu Alkattab: Terorisme Bukanlah Ajaran Islam

Koordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Bali, Umar Ibnu Alkattab/Ilustrasi. (Foto: Tangkap layar video kanal youtube Kabarnusa)
banner 468x60
Bagikan:

Jakarta – Koordinator Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Bali, Umar Ibnu Alkattab memberikan tanggapan terkait aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3/2021) kemarin.
Ia menegaskan, terorisme bukanlah ajaran Islam. Jadi, aksi bom bunuh diri itu tentu bukan tindakan yang dibenarkan oleh agama Islam.
Islam, sambungnya, justru agama yang mengajarkan penghargaan pada nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah bertindak secara komprehensif dalam menangkal radikalisme di Indonesia.

“Pemerintah harus menangkal radikalisme secara komprehensif melalui penegakan hukum yang adil, akses ekonomi yang merata, dan literasi keagamaan yang rasional,” katanya di Denpasar, seperti dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari Antara, Selasa (30/3/2021).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Kepala Perwakilan Ombudsman Bali itu meminta dua hal yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah, yaitu keadilan dan akses ekonomi.

“Penegakan hukum harus ditegakkan dengan adil, jadi hukum harus tajam ke bawah, juga tajam ke atas. Selain itu, akses ekonomi juga harus merata, sehingga menciptakan suasana politik yang kondusif,” ujarnya.

KAHMI Bali akan berusaha menjadi minoritas kreatif di Bali dengan tetap membangun solidaritas kebangsaan sebagai karakter khas kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan KAHMI yang inklusif dalam berinteraksi dengan sesama anak bangsa.

Pria yang akrab disapa Umar itu mengaku akan bersinergi dengan komunitas masyarakat Bali guna menangkal radikalisme secara edukatif.

“Langkah yang juga penting dilakukan pemerintah adalah mengembangkan literasi keagamaan yang bersifat rasional. Dalam aspek inilah, KAHMI Bali akan bersinergi dengan jajaran pemerintah dan komunitas masyarakat Bali lainnya untuk menangkal radikalisme secara edukatif,” tuturnya.

Atas nama KAHMI Bali, ia turut menyampaikan rasa empati kepada para korban dan mengutuk tindakan yang tak berakhlak tersebut.

Apa yang disampaikan Umar Ibnu Alkattab itu selaras dengan pernyataan Wakil Presiden Ma’ruf Amin bahwa penanganan radikalisme di tingkat hulu juga penting diutamakan melalui pendidikan tentang kemajemukan untuk mengatasi masalah radikalisme di Indonesia.

“Penyelesaian di tingkat hulu dan tengah penting untuk dilakukan. Kalau hulunya tidak diselesaikan akan bahaya, maka penyelesaian di tingkat hulu dan tengah itu penting,” kata Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi di Jakarta, Senin (29/3/2021).

(Afg/IJS)

READ  Ketua DPRD Desak Pemkot Bogor Prioritaskan Pembangunan Masjid Agung
banner 300x250
Bagikan:
Editor: Al-Afgani Hidayat

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar