fbpx
Minggu, 23 Juni 2024

New York Times: Pembantaian di Rafah Disponsori Rudal AS

Share

New York (SI Online) – Laporan New York Times edisi Rabu (29/5) menyatakan bahwa pihaknya melakukan “analisis visual” dari gambar-gambar dari pembantaian yang dilakukan oleh tentara penjajah Israel di Rafah padaAhad lalu, yang menyebabkan puluhan warga sipil Palestina gugur tewas dan menemukan bahwa sisa-sisa puing-puing rudal Israel tidak lain adalah rudal buatan Amerika.

Surat kabar tersebut mengutip apa yang disebutnya sebagai “ahli senjata dan bukti visual”, yang meneliti gambar-gambar yang beredar di sekitar pembantaian tersebut, dan mengkonfirmasi bahwa “puing-puing amunisi yang difoto di lokasi serangan keesokan harinya adalah sisa-sisa bom GBU-39, bom yang dirancang dan dibuat di Amerika Serikat, dengan berat 17 kilogram.”

“Detail utama dalam puing-puing senjata itu adalah sistem aktuasi ekor, yang mengontrol sirip yang memandu bom GBU-39 ke target,” surat kabar Amerika itu menjelaskan dalam laporannya.

“Pola baut unik dari senjata itu dan slot tempat sirip lipat disimpan terlihat jelas di puing-puing,” surat kabar itu mengutip mantan teknisi pembuangan bahan peledak Angkatan Darat AS, Trevor Paul.

New York Times mencatat dalam laporannya bahwa para pejabat AS telah mendorong tentara pendudukan Israel selama berbulan-bulan untuk meningkatkan penggunaan bom GBU-39 di Gaza karena bom ini secara umum lebih akurat dan lebih cocok untuk lingkungan perkotaan daripada bom yang lebih besar, termasuk bom 2.000 pon (lebih dari 900 kilogram) buatan AS yang banyak digunakan oleh Israel.

Pada Ahad malam lalu, penjajah Israel menggempur sebuah kamp pengungsi di sebelah barat Rafah, sebelah selatan Jalur Gaza, menewaskan sekitar 47 orang Palestina, termasuk anak-anak dan wanita, sementara kru bantuan di Gaza memperkirakan “jumlah korban jiwa akan meningkat karena kurangnya kemampuan medis untuk memberikan perawatan bagi mereka yang mengalami luka bakar yang parah.”

sumber: infopalestina

Sumber Klik disini

Tinggalkan Balasan

Table of contents

Read more

Berita lainnya