Runtutan Penciptaan Alam Semesta Versi Islam

Ilustrasi alam semesta. (Foto: Pixabay)
banner 468x60
Bagikan:

Jakarta – Islam memiliki pandangan tersendiri mengenai awal mula penciptaan semesta atau kosmologi.

Akan kita rangkum rangkaian sejarah penciptaan alam semesta versi Islam. Sejarah yang akan dijabarkan ini disarikan dari kitab Mukhtashar al-Bidayah wa an-Nihayah, karya Ibnu Katsir.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Berikut ini rangkaian sejarah penciptaan alam semesta versi Islam.

  1. ‘Arasy

Ibnu Katsir mengurutkan penciptaan ‘Arsy di urutan pertama. Hal itu ia simpulkan dari hadis yang diriwayatkan oleh sahabat Abdullah bin Amru bin ‘Ash, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda,

Allah menulis takdir seluruh seluruh makhluk lima puluh ribu tahun  sebelum menciptakan langit dan bumi.”

Rasulullah saw. menyambungkan, “Arasy Allah di atas air.”

Para sahabat berkata, “Takdir dalam hadis ini adalah penulisan dengan Qolam (pena) takdir.”

Hadis ini menyimpulkan, penulisan takdir terjadi setelah penciptaan Arasy. Dengan demikian, penciptaan Arasy itu lebih dulu dari penciptaan Qolam yang digunakan untuk menulis takdir. Ini merupakan pendapat mayoritas (jumhur) ulama.

Ibnu Katsir mengatakan, “Qolam adalah makhluk yang pertama kali diciptakan dari alam semesta.” Ia menyimpulkannya dari hadis di atas. Wallahu a’lam.

  1. Langit dan Bumi

Kesimpulan ini didasarkan pada firman Allah swt.,

Sesungguhnya Tuhan kamu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari.”

Ada dua pendapat ahli tafsir terkait ukuran enam hari yang disebutkan dalam ayat ini. Jumhur ulama berpendapat, enam hari yang disebut dalam ayat ini sama sebagaimana enam hari di dunia.

Pendapat kedua yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. dan yang lainnya mengatakan, setiap satu hari dari keenam hari tersebut sama dengan seribu tahun hitungan manusia.

  1. Lautan dan Sungai

Untuk mendukung pendapatnya, Ibnu Katsir dalam hal ini mengutip penelitian para ahli astronomi pada masanya. Mereka berpendapat beberapa lautan dan sungai-sungai besar memiliki pokok ke mana semuanya itu bermuara.

Selain itu, diriwayatkan pula dari sahabat Abu Hurairah ra.: Rasulullah saw. bersabda,

Empat sungai yang dialirkan  dari surga adalah Furat, Nil, Saihan, Jinan.”

  1. Langit dan tanda-tanda yang ada di dalamnya

Allah menciptakan bumi sebelum menciptakan langit sebagaimana firman Allah swt.,

Dialah Allah yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan oleh-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah [2]: 29)

  1. Galaksi dan bintang

Pendapat ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan sahabat Ibnu Abbas ra. Ia mengatakan, Heraklius menulis surat untuk sahabat Mu’awiyah ra. Isi suratnya, “Seandainya Nubuwah masih tersisa pada mereka, pasti mereka akan memberikan jawaban kepadaku apa yang aku tanyakan.”

“Heraklius menulis surat yang menanyakan perihal galaksi, bintang, dan bagian bumi yang tidak terkena sinar matahari kecuali hanya satu jam,” sambung Ibnu Abbas ra.

Menjawab surat tersebut, Mu’awiyah ra. mengatakan, “Sungguh perkara ini sangat aku hindari hingga hari ini. Siapakah yang dapat menjawabnya?”

Ada yang menyebutkan, “Ibnu Abbas.” Lalu, Mu’awiyah ra. mengirimkan surat kepada Ibnu Abbas ra.

Menanggapi surat itu, Ibnu Abbas menjawab, “ Bintang adalah tanda keamanan penghuni bumi dari penenggelaman. Galaksi adalah pintu langit yang akan menjadi awal terpecahnya langit. Sedangkan bumi yang tidak terkena sinar matahari kecuali satu jam saja adalah laut yang terbelah membebaskan Bani Israil dari kejaran Fir’aun,”

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra., “Apabila kalian mendengar suara petir, berzikirlah kepada Allah swt. Sebab, ia tak akan mengenai orang-orang yang berzikir.”

  1. Malaikat

Banyak sekali riwayat yang menyebutkan malaikat. Allah swt. menyifati mereka dengan ketekunan dalam beribadah, kekuatan fisik, keelokan bentuk, keagungan rupa, dan mampu dalam beragam rupa.

Salah satu ayat yang menyebut sebagian mereka,

إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِيْنِ وَ عَنِ الشِّمَالِ قَعِيْدٌ (17) مَّا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّأ لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ (18)

“(Yaitu) ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tidak ada satu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaf [50]: 17-18)

  1. Jin dan setan

Rasulullah saw. bersabda,

خُلِقَتْ الْمَلَائِكَةُ مِنْ نُوْرٍ وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ.

“Malaikat diciptakan dari cahaya. Jin diciptakan dari api yang menyala. Sedangkan Adam diciptakan sebagaimana yang disebutkan untuk kalian.”

Sebagian ulama ahli tafsir berkata, “Jin diciptakan sebelum Adam as. Sebelum mereka, di bumi ada al-Hin dan al-Bin.[1] Lalu, Allah swt. menguasakan Jin atas mereka dan kemudian membunuh mereka. Jin pun tinggal di bumi disebabkan perbuatan yang al-Hin dan al-Bin lakukan. Adh-Dhahak menyebutkan dari Ibnu Abbas, ketika Jin melakukan kerusakan di muka bumi dan melakukan tumpah darah, Allah mengutus Iblis disertai prajurit dari malaikat kepada mereka, lalu kemudian membunuh mereka dan mengusir mereka ke pulau-pulau di lautan.

  1. Adam as.

Setelah kejadian hal di atas, Allah swt. mengabarkan akan menciptakan makhluk pengganti di bumi. Ia berfirman,

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّيْ جَعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيْفَةً

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.”

Lantas, malaikat bertanya untuk menyingkap dan menanyakan hikmah di balik penciptaan tersebut. Sebab, malaikat tahu anak adam akan berbuat sama seperti apa yang dilakukan al-Bin dan al-Hin.

[1] Al-Hin adalah jin yang paling lemah dan rendah.

(Afgon/IJS)

READ  Boeing 737-500 Tipe Pesawat Yang Digunakan Sriwijaya Air Pernah Kecelakaan 3 Kali
banner 300x250
Bagikan:
Editor: Al-Afgani Hidayat

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *