Perjalanan Rohani Ayah Dewi Sandra, Dari Agnostik Menjadi Mualaf

Dewi Sandra, foto : Diadona
banner 468x60
Bagikan:

Jakarta – Sholat berjamaah dengan diimami seorang ayah, adalah rindu yang lama terpendam di hati penyanyi, artis sekaligus model Dewi Sandra. Dia bahkan nyaris mengubur dalam-dalam kerinduan itu. Maklum, keluarga Dewi adalah keluarga yang menganut kebebasan dalam beragama.

Dewi, sejak lahir adalah seorang musliman. Dia menjadi muslimah yang taat berkat gemblengan sang ibu yang seorang keturunan Betawi, yang sangat kental dengan keislaman. Berbeda dengan sang ayah,John George Killick yang asli Inggris.

Ayah dan ibu Dewi Sandra memang menikah beda agama. Sang ayah tetap memeluk keyakinannya sebagai seorang penganut ajaran Kristen. Soal ini, Dewi mengaku tetap merasa bersyukur. Perbedaan keyakinan di antara kedua orang tuanya, telah membuatnya memiliki banyak pengalaman unik.

“Bagian yang menarik adalah Nyokap dari keluarga yang Muslim banget. Dan Bokap gue, aslinya gue percaya dia Kristen, tapi akhirnya dia menjadi agnostik. Agnostik percaya Tuhan tapi enggak percaya agama,” kata Dewi Sandra.

Keluarga Dewi memang rukun-rukun saja, tetapi bagi Dewi keinginan agar sang ayah menjadi muslim tetap merupakan sebuah harapan yang ingin dia wujudkan. Tapi apa daya, hidayah rupanya belum mau menghampiri (nama ayah dewi).

Ya, seperti yang dia ungkapkan, alih-alih memeluk Islam, sang ayah justru memilih menjadi agnostik alias tidak mengakui eksistensi Tuhan. Hal inilah yang membuat Dewi kerap merasa sedih. Sungguh, Dewi mengaku, dia ingin sekali menjalankan shalat berjamaah dengan sang ayah sebagai imam sebagaimana tradisi di banyak kalangan keluarga muslim.

Keputusan ayahnya yang menjadi seorang agnostik sempat membuat dewi sandra sedikit bingung. Saat itu ia yang masih berusia belia itu sering mempertanyakan hal itu kepada sang ibu.

READ  Runtutan Penciptaan Alam Semesta Versi Islam

“Gue punya pertanyaan yang enggak habis-habis, ‘Ma, why Mommy ngajarin kita salat, tapi Daddy enggak salat. Dan ketika Beliau enggak bisa jawab, gue makin penasaran” ucapnya. Pertanyaan itu ternyata membuat sang ibu kesulitan untuk menjawab. Bahkan rasa ingin tau mengenai keyakinan sang ayah membuatnya sering berdebat dengan ibunya.

“Karena pertanyaan ini membuat pertengkaran. Karena enggak semua pertanyaan enggak perlu dijawab. Dari itu gue belajar, boleh mengajukan pertanyaan apa saja. Tapi jawaban enggak mesti dapat hari itu. Jawaban bisa didapat dari kehidupan, Tuhan berikan,” tuturnya.

Alih-alih mendapat jawaban, Dewi sandra malah disuruh untuk sering berdoa kepada Allah SWT mengenai keyakinan sang Ayah. Walau sempat bingung apa sebuah doa bisa memberinya jawaban, ia tetap melakukannya. Terlebih lagi saat ia sering melihat ibunya terus menerus mendoakan ayahnya.

Man Jadda Wajada Man Shabara Zhafira, berkat kesungguhannyya dan kesebarannya, Wanita kelahiran Rio de Janeiro ini mendapat sebuah jawaban diluar dugaannya.

“Nyokap selalu bilang ke gue, doain Daddy ya. Why? Doain Daddy ya. Let Allah do that work,” ucapnya.

Pada suatu hari, ibunya berlari menuju kekamarnya dan berseru bahwa ayahnya memutuskan untuk masuk islam. “Until that one day, beliau lari ke kamar anak-anaknya dan menggedor semua pintunya, ‘Daddy masuk muslim, daddy mualaf, daddy masuk muslim’, and i was like, ‘What?‘,” ujarnya.

Entah apa yang membuat sang ayah yang tidak percaya dengan keyakinan apapun akhirnya memutuskan untuk masuk islam. Saat itu ayahnya berujar ada beberapa hal yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Namun Dewi Sandra mengilhami jika mualafnya sang ayah adalah campur tangan Allah SWT melalui doa yang kerap dilakukan sang ibu.

READ  Adam Masuk Surga, Hawa Diciptakan untuk Menemaninya

Pengalaman unik dan penuh pembelajaran mualafnya sang Ayah tidak berhenti disitu saja. Sesuai syariat Islam, Ayahnya yang telah sah menjadi seorang muslim harus menikah kembali dengan sang ibu. Dewi sandra yang beranjak remaja merasa hal itu menjadi pengalaman lucu sekalgus unik karena bisa menikmati pernikahan ayah dan ibunya sendiri.

Lepas dari itu, ia akhirnya bisa mencoba kegiatan religi yang dilakukan saudara sesama muslim lainnya, yakni sholat berjamaah dan juga menjalani ibadah puasa bersama-sama anggota keluarga. (Ran/IJS)

banner 300x250
Bagikan:

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *