Pendidikan Vokasi Lakukan Link And Match 400 Program Studi

banner 468x60
Bagikan:

Jakarta – Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud mengaku akan meningkatkan keterampilan (upskilling) kepada 4.000 guru dan kepala sekolah (Kepsek).

Pernyataan itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto dalam acara Taklimat Media Awal Tahun 2021.

“Itu minimal 4.000 guru dan kepala sekola yang ditingkatkan keterampilannya. Peningkatan juga untuk dosen, direktur, dan dekan di pendidikan tinggi vokasi,” ucap Wikan.

Wikan menyebutkan, pendidikan vokasi juga akan meningkatkan jumlah Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK) yang direvitalisasi. “Kita targetkan 900 SMK yang bisa direvitalisasi di 2021. Jadi nambah sekitar 500 SMK, dari realisasi revitalisasi sebanyak 491 SMK di 2020,” jelas Wikan.

Kemudian, kata Wikan, pendidikan vokasi juga akan melakukan link and match 400 program studi (prodi) pendidikan tinggi vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) di tahun ini.

“Jadi saya optimistis bisa naik 200-300 persen, dari target 133 di 2020 menjadi 300-400 prodi yang akan menjalin dengan DUDI,” tegas dia.

Dua program baru pendidikan vokasi

Tak hanya link and match, sambung dia, pendidikan vokasi juga akan mengembangkan dua program baru, yakni SMK D2 jalur cepat (fast track) dan D3 upgrading menjadi sarjana terapan (D4).

Lalu, Wikan juga memasang target minimal 100 perusahaan yang akan menjalin link and match dengan SMK. “Link and match yang akan dilakukan dengan 8 paket yang sudah ada di pendidikan vokasi,” sebut dia.

Sementara untuk program pelatihan kecakapan kerja dan wirausaha, dirinya masih mematok di porsi yang sama. Namun, dengan kualitas serapan yang diharapkan lebih tinggi.

“Karena kita benar-benar menargetkan di pandemi ini, industri akan kita ajak merancang kembali kebangkitan mereka, yakni merancang link and match yang lebih baik dengan pendidikan vokasi,” ucapnya.

READ  Cuitan Kedubes China di AS Seolah Benarkan Tuduhan Sterilisasi Kandungan Paksa Muslim Uighur

Dia menambahkan, semua target yang telah ditetapkan di tahun ini, tetap memperhatikan pandemi Covid-19 yang belum selesai.

“Kita akan mitigasi dampak pandemi Covid-19. Bukan untuk diturunkan pendidikan vokasi, tapi tetap kita tingkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan vokasi,” pungkas dia.

banner 300x250
Bagikan:

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *