Pasal Pelarangan Salat di Kampus Bagi Mahasiswa Muslim Disetujui Senat Prancis

Ilustrasi gedung Senat Prancis. (Foto: Pixabay)
banner 468x60
Bagikan:

Jakarta – Senat Prancis menyetujui penambahan pasal larangan praktik keagamaan di lingkungan universitas dalam Rancangan Undang-Undang (RUU), Rabu (7/4/2021). Hal ini bertujuan melawan separatisme Islam.

Dalam pembahasan RUU kontroversial itu, partai berhaluan kanan-tengah, Les Republicains (LR) mengusulkan penambahan klausul melarang kegiatan salat di lingkungan universitas dan aktivitas keagamaan yang dianggap bisa menghambat kegiatan pendidikan, dikutip dari inews.id.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Meskipun senator partai kiri, Parti de Gauche dan Menteri Pendidikan, Jean Michel Blanquer keberatan dengan penambahan klausul tersebut, namun RUU tetap disetujui oleh senator sayap kanan yang lebih dominan.

RUU tersebut menuai kritik karena dinilai diskriminatif terhadap muslim. Poin-poin dalam RUU sangat kentara menargetkan pemeluk Islam di lingkungan pendidikan. Ini semakin menambah tekanan di hampir setiap aspek kehidupan umat Islam Prancis, dilansir dari kantor berita Anadolu, Kamis (8/4/2021).

RUU kontroversial itu bahkan ditengarai bisa mengatur kepengurusan masjid serta urusan keuangan organisasi non-pemerintah milik muslim. Regulasi itu juga membatasi pilihan pendidikan komunitas muslim, yakni dengan mencegah keluarga memberikan pendidikan di rumah kepada anak-anak.

Hal lain, pasien rumah sakit dilarang memilih dokter berdasarkan jenis kelamin karena alasan agama.

Untuk diketahui, RUU tersebut diperkenalkan oleh Presiden Emmanuel Macron pada tahun lalu untuk melawan separatisme Islam.

Pada 16 Februari, Majelis Nasional Prancis menyetujui RUU tersebut yang kemudian diperdebatkan lagi di Senat pada 30 Maret. Namun begitu, RUU ini akan dibahas kembali di Majelis Nasional.

(Afg/IJS)

READ  Samira Ghannoum, Hobi Memasak Dulang Prestasi Menjadi Insprasi Muslim di Brasil
banner 300x250
Bagikan:
Editor: Al-Afgani Hidayat

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *