Muncul Lagi, Ketua Partai Islam di Israel Serukan Perubahan

Ketua Partai Raam, Mansour Abbas/Ilustrasi. (Foto: Tangkap layar video kanal youtube Al Jazeera English)
banner 468x60
Bagikan:

Jakarta – Ketua partai berhaluan Islam konservatif di Israel menyerukan perubahan, tanpa mendukung Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ataupun saingannya.

Sebelumnya, Partai Islam konservatif, Raam itu secara mengejutkan mampu bersaing dalam pemilu Israel pada 23 Maret lalu. Bahkan, partai tersebut memperoleh empat kursi di Parlemen Israel (Knesset).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Mansour Abbas berpidato dan disiarkan langsung oleh beberapa media dan lembaga penyiaran di Israel sebagaimana dilansir AFP, Kamis (1/4/2021).

Dalam pidato tersebut, Ketua Partai Raam itu menggarisbawahi peran pentingnya dalam menentukan koalisi pemerintahan yang stabil.

“Ini adalah waktu untuk menciptakan realitas yang berbeda untuk semua warga negara di negara ini,” katanya, dikutip dari KOMPAS.com.

Setelah pemilu Israel rampung, Abbas menyatakan pihaknya terbuka untuk bernegosiasi dengan kubu pro-Netanyahu atau menjadi oposisi Netanyahu.

Terakhir kali partai-partai Arab mendukung pemerintah Israel adalah pada 1992. Setelah itu, belum ada lagi partai-partai Arab yang pro-pemerintah.

Lebih lanjut, Abbas menyinggung masalah kejahatan, rasialisme, dan kemiskinan sebagai tantangan yang dihadapi orang Arab-Israel. Orang Arab-Israel sendiri membentuk 20 persen dari populasi Israel yang berpenduduk 9,3 juta jiwa.

“Saya tidak ingin menjadi bagian dari blok kanan atau kiri. Saya di sini untuk blok yang berbeda, blok yang memilih saya untuk melayani rakyat saya. Dan memberi saya mandat untuk mengubah tuntutan publik Arab yang selama bertahun-tahun hanya merupakan tuntutan menjadi rencana kerja yang nyata,” tegasnya.

Seorang analis politik, Afif Abu Much mengatakan, Abbas tampaknya bertujuan untuk mengubah paradigma di Israel.

“Pidato ini ditujukan kepada orang-orang Yahudi untuk memberi tahu bahwa mereka ingin terlibat di dalam permainan,” katanya kepada AFP.

Dia menuturkan, kini Abbas memiliki momen pengaruh yang langka di dalam perpolitikan Israel.

Untuk diketahui, di dalam Knesset terdapat 120 kursi. Untuk mempertahankan kendali atas Knesset, Netanyahu setidaknya harus menguasai minimal 61 kursi.

Menurut penghitungan suara, koalisi haluan yang mendukung Nentanyahu memperoleh 52 kursi dalam Knesset. Sedangkan oposisi memperoleh 57 kursi. Partai Yamina dengan tujuh kursi dan Raam dengan empat kursi masih.

Untuk dapat memperoleh minimal 61 kursi, mau tidak mau Netanyahu harus menarik Partai Yamina dan Raam ke dalam koalisinya atau ia melobi partai-partai sayap kanan oposisi untuk menjadi pendukungnya.

Sementara itu, Netanyahu mengatakan, dia tidak akan mengecualikan siapa pun untuk masuk ke dalam koalisinya.

Namun demikian, Ketua Partai Religious Zionist Bezalel Smotrich secara tegas menuturkan, dia menolak Partai Raam ke dalam koalisi pendukung Netanyahu.

(Afg/IJS)

READ  Menlu China Rencanakan Kunjungan Kerja ke Indonesia
banner 300x250
Bagikan:
Editor: Al-Afgani Hidayat

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *