Muhammadiyah Tegaskan Terorisme Tidak Identik dengan Islam

Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq Mughni/Ilustrasi. (Foto: Tangkap layar kanal youtube MA KMM Kauman Padang Panjang)
banner 468x60
Bagikan:

Jakarta – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Syafiq Mughni menegaskan, terorisme bisa masuk melalui berbagai pintu. Sebab, Jika ada teroris yang beragama Islam, tidak berarti Islam mendorong terorisme. Pun jika ada teroris berbangsa Indonesia, tidak berarti bangsa Indonesia itu teroris.
Pernyataan ini ia sampaikan merespons pernyataan Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj yang menyebut ajaran Wahabi dan Salafi sebagai pintu masuk terorisme.

“Salafi itu bukan mazhab yang monolitik. Ada banyak varian di dalamnya. Kalau ada teroris yang berpaham Salafi, tidak berati salafiyah identik dengan terorisme. Jika ada teroris yang beragama Islam, tidak berarti Islam mendorong terorisme. Jika ada teroris berbangsa Indonesia, tidak berarti bangsa Indonesia itu teroris. Terorisme bisa masuk melalui pintu agama, ideologi, politik, etnisitas, ekonomi, dan lain-lain. Berwacana memerlukan logika, tidak sekedar retorika,” katanya lewat pesan singkat, dikutip dari news.detik.com, Rabu (31/3/2021).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Pria yang akrab disapa Syafiq itu menjelaskan, peran Muhammadiyah menyuarakan Islam berkemajuan. Dalam pandangan Muhammadiyah, perbedaan mazhab merupakan kekayaan yang harus dikelola untuk kemajuan.

“Muhammadiyah itu menyuarakan Islam berkemajuan karena Islam yang benar akan mendorong umatnya untuk maju, bukan memecah belah. Di dalam kemajuan ada perdamaian, persaudaraan, kasih sayang yang dinamis, bukan yang statis. Muhammadiyah memandang perbedaan mazhab sebagai kekayaan yang dikelola untuk kemajuan,” tutur Syafiq.

Muhammadiyah sendiri tidak bermazhab Salafi. Karena itu, ormas Islam satu ini tidak terbebani stigma sektarianisme.

“Pilihan Muhammadiyah untuk tidak bermazhab, misalnya Salafi atau Wahabi, menjadikannya berpikir lebih jernih karena tidak terbebani sebagai stigma sektarianisme,” tandanya.

Untuk diketahui, Said Aqil sebelumnya berbicara mengenai strategi untuk menghabisi jaringan terorisme. Ia menyebut, pemberantasan jaringan terorisme dilakukan harus dari benihnya ajaran ekstremisme, yaitu ajaran Wahabi.

“Ini artinya, kalau kita benar-benar sepakat, benar-benar kita satu barisan ingin menghabisi jaringan terorisme, benihnya dong yang harus dihadapi. Benihnya, pintu masuknya yang harus kita habisi. Apa? Wahabi, ajaran Wahabi itu adalah pintu masuk terorisme,” katanya dalam webinar ‘Mencegah Radikalisme dan Terorisme untuk Melahirkan Keharmonisan Sosial’ yang disiarkan di YouTube TVNU Televisi Nahdlatul Ulama, Selasa (30/3/2021).

Namun, lulusan S3 Universitas Umm al-Qura, Arab Saudi itu menegaskan, ajaran Wahabi bukan terorisme, tetapi pintu masuk terorisme. Menurutnya, ajaran sekte satu ini ekstremisme.

(Afg/IJS)

READ  MUI Keluarkan Fatwa Halal Vaksin Covid-19 Buatan China
banner 300x250
Bagikan:
Editor: Al-Afgani Hidayat

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *