MenkoUKM: Indonesia Miliki Potensi Jadi Pusat Mode Muslim Terbesar Dunia

Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki/Ilustrasi. (Foto: Tangkap layar video kanal youtube metrotvnews)
banner 468x60
Bagikan:

Jakarta – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenkopUKM) Teten Masduki menilai Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat mode muslim terbesar yang diakui dunia. Namun, perlu promosi terpadu secara konsisten. Bukan hanya di dalam negeri, tapi juga secara global.
Hal itu ditegaskan pada acara pembukaan Muslim Fashion Festival (Muffest) 2021 bertema Recover for Fashion, di Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (18/3/2021).

“Termasuk menghubungkan dengan produsen bahan baku lokal berkualitas (misal viscose rayon), meningkatkan kualitas produknya dengan standar global, akses pembiayaan yang mudah dan murah, sampai dengan mempertemukan dengan pasar,” paparnya, dikutip dari merdeka.com.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Ia mengakui pentingnya Indonesian Fashion Chamber (IFC) mengambil peran sebagai agregator dan enabler yang mendampingi para pelaku UKM di sektor produksi pakaian.

Bagi pemerintah, ajang ini sebagai sebuah kegiatan yang menjadi lokomotif pergerakan dan perkembangan industri fesyen muslim Indonesia.

Fesyen muslim (modest fashion) merupakan salah satu keunggulan Indonesia dengan poin indikator sebesar 34.26, jauh mengungguli rata-rata global di 17.55, sebagaimana dilansir dari Global Islamic Economy Indikator.

“Indonesia saat ini berpotensi menjadi pemimpin klasemen untuk kategori ini dan itu tentu tidak lepas dari kontribusi Muffest, Indonesia Fashion Chambers, dan seluruh perancang, pengusaha, serta stakeholder mode di seluruh Indonesia,” jelas Teten.

Tahun lalu, di tengah terpaan pandemi Covid-19 secara global, nilai belanja produk pakaian muslim ikut terdampak dan turun 2,9 persen menjadi USD 268 miliar atau senilai Rp3,9 triliun.

Namun demikian, angka ini diprediksi pulih di 2021 dan terus tumbuh hingga 2024 yang diprediksi mencapai USD 311 miliar atau Rp4,5 triliun.

“Saya kira ini menjadi undangan untuk kita semua dapat mengoptimalkan tren baik ini,” sambungnya.

Pameran secara hybrid ini diharapkan tidak hanya memberi kesempatan pelaku kreatif untuk mempresentasikan karya mereka melalui fashion show dan mengembangkan sisi bisnis dengan konsep branding, promosi dan penjualan saja. Namun, sambung Teten, pameran ini juga harus mengajak pelaku dan konsumen untuk lebih mempunyai tanggung jawab melalui konsep sustainable dan kecintaan akan produk lokal.

“Hal ini juga sejalan dengan pencanangan Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) KH Ma’ruf Amin, Bahwa Indonesia menjadi produsen produk halal terbesar di dunia di 2024 mendatang. Hal ini dimulai dengan fesyen muslim (dan modest wear),” pungkanya.

(Afg/IJS)

READ  Seluruh Aktivitas 68 Rekening FPI Diblokir, Ini Alasan PPATK
banner 300x250
Bagikan:
Editor: Al-Afgani Hidayat

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *