fbpx
Minggu, 16 Juni 2024

Sebab-sebab Suatu Bangsa Dihinakan Allah

Share

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ ذَاۤ اَرَدْنَاۤ اَنْ نُّهْلِكَ قَرْيَةً اَمَرْنَا مُتْرَفِيْهَا فَفَسَقُوْا فِيْهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنٰهَا تَدْمِيْرًا

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah), tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam (negeri) itu, maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan (hukuman Kami), kemudian Kami binasakan sama sekali (negeri itu).” (QS. Al-Isra’ 17: Ayat 16)

Mendekati akhir zaman –menurut beberapa hadits Nabi– ditandai dengan banyaknya “syurath” (aparat) yang menjadi kaki-tangan dan pembela penguasa zalim yang tindakannya sewenang-wenang, rakus terhadap harta kekayaan dan tidak takut kepada Allah dalam menjalankan tugasnya.

Beberapa hadits ini sedikit banyak menggambarkan tentang karakter mereka.

Hadits pertama.

Dari Auf bin Malik meriwayatkan sabda Nabi tentang tanda dekatnya akhir zaman itu ditandai dengan adanya 7 hal:

إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ، وَكَثْرَةُ الشُّرَطِ، وَبَيْعُ الْحُكْمِ، واسْتِخْفَافٌ بِالدَّمِ، وَقَطِيعَةُ الرَّحِمِ، وَنَشْوٌ يَتَّخِذُونَ الْقُرْآنَ مَزَامِيرَ، يُقَدِّمُونَ أَحَدُهُمْ لِيُغَنِّيَهُمْ وَإِنْ كَانَ أَقَلُّهُمْ فِقْهًا”.

1. Kepemimpinan orang-orang bodoh.
2. Banyaknya syuroth (aparat pembela penguasa dalam kelaliman),
3. Jual-beli (penegakan) hukum.
4. Meremehkan (urusan) darah (pembunuhan).
5. Memutuskan silaturahim perpecah belahan),
6. Sekumpulan orang yang menjadikan Al-Qur’an sebagai nyanyian.
7. Mendahulukan (orang yang hanya banyak bersilat lidah) meskipun pemahamannya sangat kurang.” (HR. Imam Ahmad, Thabrani).

Kabar dari Rasulullah SAW tentang banyaknya kaki tangan penyokong atau pembela penguasa zalim ini sangat memprihatinkan dan akan menjadi kenyataan.

Banyak sekali penyokong penguasa, yang saling bahu-membahu untuk membela dan melindungi penguasa meskipun penguasa tersebut dalam kondisi salah. Akibatnya, hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

Pengadilan dan penegakan hukum yang seharusnya dilakukan demi keadilan dan untuk membela kebenaran, malah menjadi ladang untuk melindungi pelaku kezaliman dan mendapatkan harta kekayaan, sehingga masyarakat semakin menderita, sebab pelaksanaan hukum ditegakkan hanya untuk menekan rakyat biasa. Sedangkan orang-orang kaya dan para penguasa yang berlaku zalim menjadi pengendali hukum dan pembeli hukum.

Kalau sudah demikian, maka Allah akan kirimkan huru hara perpecah belahan, musibah demi musibah menuju kehinaan dan kehancuran

Hadts Kedua: Dari Abu Umamah Radhiyallahu anhu, meriwayatkan sabda Nabi SAW:

يَكُونُ فِي هَذِهِ اْلأُمَّةِ فِي آخِرِ الزَّمَانِ رِجَالٌ -أَوْ قَالَ: يَخْرُجُ رِجَالٌ مِنْ هَذِهِ اْلأُمَّةِ فِـي آخِرِ الزَّمَانِ- مَعَهُمْ أَسْيَاطٌ كَأَنَّهَا أَذْنَابُ الْبَقَرِ يَغْدُونَ فِي سَخَطِ اللهِ وَيَرُوحُونَ فِي غَضَبِهِ.

Di akhir zaman, akan ada pada umat ini orang-orang (atau beliau bersabda, ‘Beberapa orang dari umat ini akan muncul di akhir zaman, mereka keluar membawa cambuk-cambuk bagaikan ekor sapi), mereka pergi di pagi hari dengan kemurkaan Allah dan pulang pada sore hari dengan kemarahan-Nya.” (HR. Ahmad)

Mengapa mereka sampai mendapat kemurkaan dari Allah? Salah satunya yaitu karena kezaliman mereka terhadap rakyatnya sendiri untuk mendukung penguasa yang zalim.

Hadits ketiga: Rasulullah SAW bersabda:

سَيَكُوْنُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ شُرْطَةٌ يَغْدُوْنَ فِـي غَضَبِ اللهِ، وَيَرُوْحُوْنَ فيِ شَخَطِ اللهِ، فَإِيَّاكَ أَنْ تَكُوْنَ مِنْ بِطَانَتِهِمْ.

“Akan ada di akhir zaman para aparat yang pergi pagi dengan kemurkaan Allah dan kembali (pulang sore harinya) dengan laknat dari Allah, maka hati-hatilah engkau agar tidak menjadi kelompok mereka.” (Shahih al jami’).

Hadits keempat: Rasulullah SAW bersabda:

قوله صلى الله عليه وسلم: لِيَأْ تِيْنَ عَلىَ النَّاسِ زَمَانٌ يَكُوْنُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءٌ سُفَهَاءُ، يُقَدِّمُوْنَ شِرَارَالنَّاسِ وَيُظْهِرُوْنَ بِخِيَارِهِمْ وَيُؤخِرُوْنَ الصَّلَاةِ عَنْ مَوَاقْتِيْهَا، فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَلَا يَكُوْنَنِ عَرِيْفًا وَلاَ شُرْطِيَّا وَلَا جَابِيَّا وَلَا خَازِنَا. رواه أبو يعلى وابن حبان في صحيحه، وقال الهيثمي: رجاله رجال الصحيح خلا عبد الرحمن بن مسعود وهو ثقة اهـ. وحسنه الألباني.

Berkata Rasulullah Shallallah ‘alaihi wasallam, “Benar-benar akan datang kepada kalian wahai manusia, suatu zaman yang penguasanya menjadikan orang-orang jahat sebagai kepercayaan mereka dan mereka menunda-nunda pelaksanaan shalat dari awal waktunya. Barang siapa yang mendapati masa mereka, maka janganlah sekali kali kalian menjadi bagian dari mereka, baik menjadi penasehatnya, arau polisinya, atau penarik pajaknya, atau bendahara bagi mereka.” (Riwayat Abu ya’la dan Ibnu Hibban dalam shahihnya, dan berkata Haitami: para rijalnya shahih, dan di hasankan oleh Al Bani).

Hadits kelima:
Dari Abu Said Al Khudry RA, ia berkata, yang artinya “Rasulullah berdiri di tengah-tengah kami dalam salah satu khutbahnya, dimana diantaranya beliau bersabda, ‘Ketika aku hampir saja di panggil (oleh malaikat maut) lalu aku penuhi panggilan tersebut. Maka ketahuilah, bahwa sesudahku kelak kalian akan dipimpin oleh penguasa yang berkata berdasarkan landasan ilmu (yang benar) dan berbuat berdasarkan ilmu itu. Mentaati mereka merupakan ketataan yang benar kepada pemimpinya, dan kalian akan berada dalam kondisi itu selama beberapa waktu lamanya saja. Setelah itu, kalian akan dipimpin oleh para penguasa yang berkata-kata tanpa berdasarkan ilmu dan berbuat bukan berdasarkan ilmu. Barangsiapa yang menjadi penasehat mereka, berati ia telah binasa dan membinasakan orang lain. Hendaklah kalian bergaul dengan mereka secara dzahirnya saja, namun janganlah perbuatan kalian mentaati kelakuan mereka. Persaksikanlah siapa yang berbuat baik diantara mereka, ia sebagai orang yang berbuat baik dan orang yang berbuat buruk diantara mereka, maka ia sebagai orang yang buruk.’” (Riwayat Thabrani al Baihaqi, Syaikh Al Bani menyatakan hadits ini shahih).

Dari beberapa hadist di atas menunjukan bahwa akan hadirnya penguasa, aparat pemerintah dan aparat penegak hukum yang dimurkai oleh Allah.

Para ulama banyak menerangkan bahwa kemurkaan Allah dan terlaknatnya mereka dikarenakan tindakan mereka itu sendiri yang suka memperkaya diri, dengan berbuat zalim terhadap rakyatnya. Menghukum secara sepihak dengan mengabaikan kebenaran dan keadilan, untuk membahagiakan sesama orang zalim dan memperkaya diri. Padahal kesalahan dan kefasikan ada pada diri mereka.

Terjadinya kehinaan dan kehancuran berbahaya dari semua ini adalah munculnya para penguasa otoriter yang meninggalakn ajaran agama dalam mengemban amanah kejuasaannya. Sehingga mereka melakukan kebijaksanaan dalam pemerintahannya dengan undang-undang yang didasari hawa nafsu dan akal buruk yang justru akan menimbulkan kefasikan, perpecah belahan, kehinaan dan kehancuran.

Kepemimpinan mendekati akhir zaman ini masuk dalam fase Mulkan Jabbar, dimana kekuasaan sudah tidak lagi memakai kaidah wakil Allah (khalifah) di muka bumi yang tugasnya memakmurkan bumi, menegakkan kebenaran dan keadilan.

Tidak menjadikan al-Qur`an dan As-Sunnah sebagai undang-undang, dan sudah tidak menjadikan nasehat para ulama zuhud pewaris risalah nabi sebagai penasehat kenegaraan.

Hal ini menjadi dasar haramnya untuk taat secara mutlaq kepada penguasa yang seperti ini.

Syaikh Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al Wabil dalam kitab Asyraatus Saa’ah beliau menukil Keterangan Imam Nawawi, “Hadits ini adalah diantara mukjizat Nabi. Sungguh telah terbukti apa yang dikabarkan oleh beliau, adapun orang orang yang membawa cambuk adalah pengawal-pengawal penguasa yang berbuat kezaliman.” (Syarah Nawawi).

Maka tidak aneh bila sekarang ini bila dapati diantara sebagian akhlak para aparat, dan pelaksana kekuasaan semena-mena terhadap rakyatnya, kepada kaum muslimin yang ingin menegakan ajaran agamanya dan menegakjan sunnah-sunnah Rasulullah saw.

Semoga kita dijauhkan dari sifat zalim dan Allah tetap teguhkan dalam hati kaum muslimin dalam manhaj salafus shalih memperjuangkan Islam hingga tegaknya sistem kepemimpinan umat yang didasari dengan ketakwaan kepada Allah di muka bumi ini.

Mari kita perjuangkan firman Allah berikut ini:

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰۤى اٰمَنُوْا وَا تَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَا لْاَ رْضِ وَلٰـكِنْ كَذَّبُوْا فَاَ خَذْنٰهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ

“Dan sekiranya penduduk negeri mau beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan dari bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 96)

Rasulullah saw bersabda:

اِذَا اَرَادَاللهُ بِقَوْمٍ خَيْرًا وَلَّى عَلَيْهِمْ حُلَمَاءَهُمْ. وَقَضَى بَيْنَهُمْ عُلَمَاؤُهُمْ. وَجَعَلَ الْمَالَ فِيْ سُمَحَائِهِمْ. وَاِذَا اَرَادَاللهُ بِقَوْمٍ شَرًّا وَلَّى عَلَيْهِمْ سُفَهَاءَهُمْ. وَقَضَى بَيْنَهُم جُهَّلُهُمْ. وَجَعَلَ الْمَالَ فِيْ بُخَلَائِهِمْ. (الديلمى)

Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi suatu kaum maka dijadikan pemimpin-pemimpin mereka orang-orang yang paling bijaksana, ulama-ulama (zuhud) mereka sebagai penentu hukum & peradilan. Allah kuasakan harta benda ditangan orang-orang yang dermawan. Jika Allah ingin terjadi kehancuran bagi suatu kaum, maka Allah jadikan pemimpin-pemimpin mereka orang sufaha’ (berakhlaq buruk), Orang jahil (dungu) yang mengendalikan hukum dan peradilan, dan harta benda dikuasai oleh segelintir orang yang bakhil”. (HR. Ad Dailami)

Wallahualam bis Shawab

Willyuddin Abdul Rasyid Dhani

Sumber Klik disini

Tinggalkan Balasan

Table of contents

Read more

Berita lainnya