fbpx
Minggu, 16 Juni 2024

Peringati Hari Santri, LPBKI MUI dan PP Darussalam Subang Gelar Workshop Literasi Islam

Share

Subang, Mediaislam.id–Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman
Majelis Ulama Indonesia (LPBKI MUI) bersama dengan PP Darussalam Subang, Jawa Barat menggelar workshop dalam rangka Hari Santri Nasional, Ahad (29/10/2023).

Workshop bertema “Pengembangan Literasi Islam untuk Peradaban Bangsa” ini digelar di PP Darussalam Subang.

Pengasuh PP Darussalam Subang yang biasa disapa Kiai Juanda mengawali kegiatan workshop.

Diungkapkan Kiai Juanda, Hari Santri pantas untuk diperingati karena santri adalah salah satu yang berjuang dalam memerdekakan negara Indonesia.

PP Darussalam, lanjut Kiai Juanda, menerapkan konsep tradisi yang dibawa Rasulullah Shallallahualaihiwasallam.

“Pertama istikamah, dua proposional dan terakhir adalah disiplin. inilah yang menjadi acuan untuk para santri di pondok Darussalam,” kata Kiai Juanda.

Sementara itu, Ketua LPBKI MUI Prof Endang Sutari menyampaikan, LPBKI mempunyai tiga mitra untuk pengembangan LPBKI.

Pertama, ormas-ormas Islam besar. Bisa dikatakan besar ketika mengemban amanah besar.

Kedua adalah perguruan tinggi besar.

“Jadi LPBKI rutin kunjungan ke kampus- kampus,” terang Prof Endang.

Ketiga adalah pesantren. Pesantren, kata Prof Endang, adalah lembaga Islam yang diwarisi para Nabi.

“Yang diwariskan kepada mekanisme taklim atau tarbiyah kita, yang justru di Indonesia mendapatkan legitimasi sebagai institusi atau lembaga yang mempunyai jati diri. Serta fungsi perjuangan yang sangat bermanfaat dari waktu ke waktu,” ungkap Prof Endang.

Selanjutnya, narasumber lain Kiai Arif Fahrudin Wasekjen MUI Pusat mengawali perbincangan dengan pantun di depan ribuan santri Pondok Pesantren Darussalam.

Kiai Arif menyampaikan bahwa urgennya santri diibaratkan, tidak akan ada ulama kalau tidak ada santri.

“Jadi untuk menempuh ke tahap jadi ulama atau kyai wajib ada marhalah-marhamah atau tahapan-tahapan yang harus ditempuh yaitu harus jadi santri,” ujar Kiai Arif.

Kiai Arif menyampaikan, dulu tradisi-tradisi ulama pada awal pertengahan ataupun awal awal kemajuan peradaban Islam adalah ahlul kutub atau ahlul musannafat. Sehingga para ulama dulu banyak yang produktif dalam menulis.

“Sekarang kita masih bisa mewarisinya. Ada Fathul Qorib, ada Ibnu Malik waala alihi wasahbihi. Namun dengan perubahan zaman semakin kesini ulama ulama kita semakin bergeser,” kata Kiai Arif.

Ulama sekarang, selain ahlul kutub ada juga yang ahli khitabi atau ahli dakwah. “Jadi banyak yang jadi macan panggung seperti alm. KH Zainudin MZ. Ada Ustaz Abdul Somad, Gus Miftah dll,” jelas Kiai Arif.

Masih kata Kiai Arif, semakin ke sini semakin berkembang lagi di zaman gen Z atau zaman melenial. Berkembang lagi dari ulama Khitobi ada ulama YouTuby.

“Dan ini tidak bisa menolak ataupun harus cuek namun kita jadikan pembelajaran khusus nya kepada kita selaku santri,” ujar Kiai Arif.

Sedangkan Kiai Husein, begitu beliau disapa, mendorong para santri agar giat membaca dan mendedikasikan hidupnya pada dunia tulis menulis.

Kiai asal Cirebon, Jawa Barat ini juga memberikan informasi dari buku yang beliau tulis tentang beberapa nama ulama yang dikenang dalam sejarah. Sebagai ulama yang produktif dalam dunia kepenulisan.

Di akhir pemaparan, Kiai Husein memberikan kalimat pernyataan yang mendorong para santri untuk mengisi kehidupannya dengan duduk bersama dengan para ulama.*

Sumber Klik disini

Tinggalkan Balasan

Table of contents

Read more

Berita lainnya