Kutuk Aksi Teror, Ketum PBNU: Intoleransi Saja Bertentangan dengan Islam

Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj/Ilustrasi. (Foto: Tangkap layar video kanal YouTube Yanbaghi TV)
banner 468x60
Bagikan:

Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj mengutuk segala kekerasan dan aksi teror yang terjadi di Indonesia belakangan ini.
Hal itu ia sampaikan setelah menghadiri pengukuhan pengurus Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor di Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

“Mengutuk segala bentuk kekerasan. Intoleransi saja itu bertentangan dengan Islam,” katanya, dikutip dari metro.tempo.co, Selasa (6/4/2021).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Lulusan S3 Universitas Umm al-Qura itu mengatakan, umat Islam bahkan tidak dibolehkan memaksa umat lain untuk memeluk agama Islam.

“Hasyim al-Khazraj punya anak, ga mau masuk Islam. Marah ayahnya, mau dibunuh mengancam anaknya. Turun ayat ‘La Ikraha Fiddin‘, tidak boleh memaksa masuk Islam. Itu sejarah. Tidak boleh ada paksaan intimidasi,” sambungnya.

Sementara Wakil Ketua PCNU Kabupaten Bogor, Saepudin Muhtar mengatakan, perlu ada benteng yang kokoh pada setiap diri warga, agar tidak terkontaminasi paham radikal yang mengatasnamakan agama.

“Masyarakat Kabupaten Bogor dengan kultur religius diharapkan bisa membentengi diri dari badai tsunami pemikiran radikal itu,” ujarnya.

Ia mengatakan rentetan aksi teror yang dianggap melibatkan suatu agama justru merupakan perilaku yang dimusuhi oleh semua agama.

“Aksi teror yang terjadi akhir-akhir ini kejahatan kemanusiaan yang merupakan musuh semua agama,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Gus Udin itu menegaskan, kejahatan tersebut tidak dibenarkan agama mana pun.

(Afg/IJS)

READ  Antisipasi Penularan Covid-19, 3 Kampus Kota Pahlawan Terpaksa Lockdown
banner 300x250
Bagikan:
Editor: Al-Afgani Hidayat

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *