Khawatir Sebabkan Kepadatan Lalu Lintas, Proposal Pembangunan Sekolah Islam di Inggris Ditolak

Siswi dan guru Tauheedul Islam Girls High School/Ilustrasi. (Foto: IJS)
banner 468x60
Bagikan:

Jakarta – Pengajuan seorang Muslim yang ingin mengubah bangunan bekas bar minuman di kawasan Wednesbury, Inggris menjadi pusat pendidikan Islam ditolak dengan alasan khawatir terjadi kesemrawutan lalu lintas.

Seorang pengembang yang bernama Asharaf berencana mendirikan fasilitas belajar di bekas bar minuman itu. Fasilitas belajar itu diperuntukkan bagi anak-anak usia 8-16 tahun yang juga mengajarkan bahasa Inggris, Matematika, IT, dan Bahasa Arab, seperti dilansir Birmingham Live pada Jumat (9/4/2021).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Asharaf menegaskan, dirinya tak akan mengubah fasilitas belajar itu menjadi sebuah masjid. Ia berharap dengan adanya fasilitas belajar juga dapat membantu membuka pekerjaan baru bagi warga setempat.

Akan tetapi, sejumlah warga menolak dan menyebut proposal pengajuan pembangunan fasilitas belajar itu tidak sesuai lokasi. Sebab, wilayah itu sering terjadi kepadatan lalu lintas. Bahkan wilayah itu kekurangan kantung parkir, hingga angkutan umum.

Menanggapi hal itu, Anggota Dewan Wednesbury, Peter Hughes menyatakan dirinya tak menolak untuk memanfaatkan bangunan bekas bar minuman itu.

“Kami memiliki komunitas Bangladesh yang kuat dan mereka akan tahu saya tidak punya masalah dengan fasilitas Muslim yang mendapatkan izin perencanaan asalkan mereka berada di tempat yang tepat. Tetapi tempat khusus ini adalah bekas pub yang sudah tidak digunakan lagi beberapa tahun yang lalu,” katanya, dikutip dari REPUBLIKA.co.id.

Akan tetapi, menurutnya pembangunan fasilitas belajar tidak sesuai di tempat itu lantaran berpotensi semakin menambah kepadatan lalu lintas. Terlebih tak jauh dari kawasan itu telah berdiri beberapa pusat pendidikan.

“Kami telah mengundang orang-orang untuk mencoba mengembangkan di sana tetapi yang pasti tidak baik penggunaan fasilitas pendidikan yang diusulkan. Masalah jalan raya yang ini akan cukup parah. Letaknya di persimpangan jalan yang sangat sempit tetapi digunakan lalu lintas yang cukup banyak. Ini juga tidak akan dianggap sebagai lokasi yang tepat untuk fasilitas pendidikan seperti itu,” jelasnya.

(Afg/IJS)

READ  Soal Sengketa Bendungan di Sungai Nil, Mesir Panggil Diplomat Ethiopia
banner 300x250
Bagikan:
Editor: Al-Afgani Hidayat

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *