fbpx
Minggu, 23 Juni 2024

Renungan Surah Adh-Dhuha, Janganlah Bersedih, Sesungguhnya Ia Selalu Bersamamu

Share

Oleh: Maryam Putri Gading Adonara
[email protected]

SURAH Adh-Dhuha
Makkiyah · 11

وَالضُّحٰىۙ ۝١
wadl-dluḫâ
Demi waktu duha

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ ۝٢
wal-laili idzâ sajâ
dan demi waktu malam apabila telah sunyi,

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىۗ ۝٣
mâ wadda‘aka rabbuka wa mâ qalâ
Tuhanmu (Nabi Muhammad) tidak meninggalkan dan tidak (pula) membencimu.

وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰىۗ ۝٤
wa lal-âkhiratu khairul laka minal-ûlâ
Sungguh, akhirat itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan (dunia).

وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰىۗ ۝٥
wa lasaufa yu‘thîka rabbuka fa tardlâ
Sungguh, kelak (di akhirat nanti) Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau rida.

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ ۝٦
a lam yajidka yatîman fa âwâ
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(-mu);

وَوَجَدَكَ ضَاۤلًّا فَهَدٰىۖ ۝٧
wa wajadaka dlâllan fa hadâ
mendapatimu sebagai seorang yang tidak tahu (tentang syariat), lalu Dia memberimu petunjuk (wahyu);

وَوَجَدَكَ عَاۤىِٕلًا فَاَغْنٰىۗ ۝٨
wa wajadaka ‘â’ilan fa aghnâ
dan mendapatimu sebagai seorang yang fakir, lalu Dia memberimu kecukupan?

فَاَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْۗ ۝٩
fa ammal-yatîma fa lâ taq-har
Terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.

وَاَمَّا السَّاۤىِٕلَ فَلَا تَنْهَرْ ۝١٠
wa ammas-sâ’ila fa lâ tan-har
Terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik.

وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْࣖ ۝١١
wa ammâ bini‘mati rabbika fa ḫaddits
Terhadap nikmat Tuhanmu, nyatakanlah (dengan bersyukur).

DALAM Surah Adh-Dhuha yang diriwayatkan oleh Al Aswad bin Qais, bahwa Jundub bin Sufyan mengisahkan, seorang kaum kafir yaitu Ummu Jamil istri dari Abu Lahab berkata kepada Rasulullah: “Wahai Muhammad, aku benar benar berharap setanmu (Malaikat Jibril) telah meninggalkanmu. Sebab aku tidak lagi melihatnya sejak dua hari atau tiga hari ini.” (H.R. Bukhari 4569)

BACA JUGA:  Surat yang Harus Dibaca ketika Shalat Dhuha

Renungan Surah Adh-Dhuha: Pertanyaan Nabi

Dari perkataan Ummu Jamil tersebut maka Rasulullah selalu memikirkannya. Sehingga Nabi Muhammad ﷺ berpikir apakah perkataan Ummu Jamil itu benar? Allah telah meninggalkanku?

Sebagai tanggapan atas ucapan istri abu lahab tersebut, maka turunlah Surah Adh-Dhuha. Melalui surah tersebut Allah SWT menegaskan Dia tidak akan pernah meninggalkan Nabi Muhammad ﷺ . Untuk menegaskan perihal tersebut Allah SWT sampai bersumpah Demi Waktu ‘Dhuha’ dan demi malam yang sunyi.

Pada ayat:

وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰىۗ ۝٤
wa lal-âkhiratu khairul laka minal-ûlâ
Sungguh, akhirat itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan (dunia).

DalamTafsir Al-Jalalain disebutkan bahwa manusia terlalu sibuk dengan dunianya. Padahal hal-hal tadi (anak dan harta) bisa mendukung pada akhirat.

Dunia itu membuat kita kagum layaknya petani yang kagum pada tanaman. Padahal tanaman itu nantinya kering dan menguning, lalu hancur menjadi keropos dan tertiup angin. Yang mementingkan dunia dari akhirat, baginya siksa yang keras.

Padahal dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (1 Ari Abi Aufa, Nilai nilai dalan surah ad dhuha, jurnal Pendidikan dan kajian islam, Vol 01, Edisi Desember 2019)

Ramadhan, Renungan Surah Adh-Dhuha,
Foto: Freepik

Renungan Surah Adh-Dhuha: Tafsir Ibnu Katsir

Imam Ibnu Katsirrahimahullah berkata bahwa Allah Ta’ala menjadikan permisalan kehidupan dunia dengan perhiasan yang akan fana (sirna) dan kenikmatan yang akan hilang.

BACA JUGA: Surah Abasa: Ketika Rasulullah ﷺ Bermuka Masam

Dari Surah Adh-Dhuha kita dapat bermunasabah yang sangat bermanfaat apalagi untuk kehidupan manusia yang bersosialisasi dengan banyak orang. Banyaknya cacian dan makian yang diberikan oleh orang lain pantas untuk kita hiraukan, tidak untuk didengar dan selalu percaya bahwasanya Allah SWT tidak akan pernah pergi dari hambaNya.

Sesedih apapun, sekecewa apapun, segalau apapun tempat pulang hanya mengadu kepada yang Maha Kuasa. []

Kirim tulisan Anda ke Islampos. Isi di luar tanggung jawab redaksi. Silakan kirim ke: [email protected], dengan ketentuan tema Islami, pengetahuan umum, renungan dan gagasan atau ide, Times New Roman, 12 pt, maksimal 650 karakter.

Sumber Klik disini

Tinggalkan Balasan

Read more

Berita lainnya