fbpx
Kamis, 30 Mei 2024

Pentingnya Jima untuk Suami-Istri

Share

PENTINGNYA jima atau hubungan intim suami-istri, menurut Ibnu Qayyim Al-Jauzi dalam Ath-Thibbun Nabawi (Pengobatan ala Nabi), sesuai dengan petunjuk Rasulullah memiliki tiga tujuan: memelihara keturunan dan keberlangsungan umat manusia, mengeluarkan cairan yang bila mendekam di dalam tubuh akan berbahaya, dan meraih kenikmatan yang dianugerahkan Allah.

Ulama salaf mengajarkan, “Seseorang hendaknya menjaga tiga hal pada dirinya: Jangan sampai tidak berjalan kaki, agar jika suatu saat harus melakukannya tidak akan mengalami kesulitan; Jangan sampai tidak makan, agar usus tidak menyempit; dan jangan sampai meninggalkan hubungan, karena air sumur saja bila tidak digunakan akan kering sendiri.”

BACA JUGA:  Hukum Menceritakan Jima dengan Pasangan kepada Orang Lain

Pentingnya Jima: Jika Tidak Dipakai dalam Waktu yang Lama

Penyebab Suami Loyo, Penyebab Nyeri saat Berhubungan Suami Istri, Adab Hubungan Suami Istri, Larangan saat Jima Suami Istri, Hukum Suami Menggauli Istri yang Sedang Shaum Sunnah, Cara Tidur Rasulullah, Penyebab Istri Malas Berjima, Tata Cara Shalat Sunnah di Malam Pengantin, Istri Haid, jima, Penyebab Suami Loyo di Tempat Tidur, pantangan seksual, Hukum Wanita Junub Beraktivitas, jima, Kebiasaan, Wasiat Nabi sebelum Tidur, Jima Ketika Istri Tengah Menyusui, Adab Jima, Hukum Suami Istri Tidur dalam Keadaan Telanjang, Pentingnya Jima
Foto: Unsplash

Muhammad bin Zakariya menambahkan, “Barangsiapa yang tidak bersetubuh dalam waktu lama, kekuatan organ tubuhnya akan melemah, syarafnya akan menegang dan pembuluh darahnya akan tersumbat. Saya juga melihat orang yang sengaja tidak melakukan jima’ dengan niat membujang, tubuhnya menjadi dingin dan wajahnya muram.”

Sedangkan di antara manfaat bersetubuh dalam pernikahan, menurut Ibnu Qayyim, adalah terjaganya pandangan mata dan kesucian diri serta hati dari perbuatan haram. Jima’ juga bermanfaat terhadap kesehatan psikis pelakunya, melalui kenikmatan tiada tara yang dihasilkannya.

Pentingnya Jima: Oleh Kedua Belah Pihak

Puncak kenikmatan bersetubuh tersebut dinamakan orgasme atau faragh. Meski tidak semua hubungan pasti berujung faragh, tetapi upaya optimal pencapaian faragh yang adil hukumnya wajib. Yang dimaksud faragj yang adil adalah orgasme yang bisa dirasakan oleh kedua belah pihak, yakni suami dan istri.

Adab Hubungan Badan Suami Istri, Hubungan Intim di Malam Pertama, Waktu Terbaik untuk Berjima, jima, Puasa Batal, Jima Ketika Istri Tengah Menyusui, Persiapan Malam Pertama, Batas Waktu Suami Tinggalkan Istri, Hukum Lelaki Lemah Syahwat Ingin Menikah, jima, zina, Zikir Menjelang Tidur, Pentingnya Jima
Foto: Unsplash

BACA JUGA: Hukum Jima di Kamar yang Ada Mushaf di Dalamnya

Mengapa wajib? Karena faragh bersama merupakan salah satu unsur penting dalam mencapai tujuan pernikahan yakni sakinah, mawaddah dan rahmah. Ketidakpuasan salah satu pihak dalam jima’, jika dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan akan mendatangkan madharat yang lebih besar, yakni perselingkuhan.

Maka, sesuai dengan prinsip dasar islam, la dharara wa la dhirar (tidak berbahaya dan membahayakan), segala upaya mencegah hal-hal yang membahayakan pernikahan yang sah hukumnya juga wajib. []

Sumber Klik disini

Tinggalkan Balasan

Read more

Berita lainnya