fbpx
Kamis, 23 Mei 2024

Perdana Menteri Muslim Pertama Skotlandia Hamza Yousaf Mundur dari Jabatan

Share

Hidayatullah.com – Humza Yousaf mengundurkan diri dari jabatan ketua Partai Nasionalis Skotlandia (SNP), yang secara otomatis membuatnya mundur dari kursi Perdana Menteri (PM). Dia merupakan Muslim pertama yang menjadi PM Skotlandia.

Keputusan ini diambil tak lama setelah Yousaf mengakhiri aliansi SNP dengan Partai Hijau Skotlandia. Pemutusan aliansi tersebut memicu partai-partai oposisi mengajukan dua mosi tidak percaya terhadap Yousaf.

“Saya tidak bersedia menukar nilai-nilai dan prinsip-prinsip saya atau melakukan kesepakatan dengan siapa pun hanya untuk mempertahankan kekuasaan,” kata Yousaf dalam sebuah pengumuman di televisi.

Nasib SNP yang pro-kemerdekaan telah goyah di tengah skandal pendanaan dan pengunduran diri Nicola Sturgeon sebagai pemimpin partai tahun lalu. Sebuah perselisihan internal telah terjadi mengenai seberapa progresif partai ini harus menyampaikan kebijakan-kebijakannya dalam usahanya untuk menarik kembali para pemilihnya.

Baca juga: Humza Yousaf Terpilih jadi Muslim Pertama dan Berlatar Belakang Asia Memimpin Skotlandia

Awal bulan ini, Yousaf mengatakan bahwa ia “cukup yakin” bahwa ia dapat memenangkan mosi tidak percaya. Namun, pada hari Senin, tawarannya untuk melakukan pembicaraan dengan partai-partai lain untuk memperkuat pemerintahan minoritasnya masih belum pasti.

Sebagai seorang Muslim yang memimpin sebuah partai politik besar dan pemimpin terpilih termuda di Skotlandia, Yousaf mengatakan bahwa ia telah “meremehkan” tingkat luka yang ditimbulkan setelah mengakhiri kesepakatan pembagian kekuasaan dengan Partai Hijau Skotlandia minggu lalu.

“Saya telah menyimpulkan bahwa memperbaiki hubungan di seluruh kesenjangan politik hanya dapat dilakukan dengan orang lain yang memimpin,” ujar Yousaf, lansir Al Jazeera (29/04).

Untuk mengisi jabatan Perdana Menteri yang kosong, Parlemen Skotlandia harus mendukung pengganti Yousaf dalam 28 hari. Pemungutan suara akan diadakan jika tidak ada mayoritas yang tersepakati.

Dalam pidato pengunduran dirinya, Yousaf menyerukan agar kontes kepemimpinan untuk mencari penggantinya dimulai sesegera mungkin. Ia akan tetap menjabat sebagai menteri pertama sampai saat itu.

Sebagai politisi Muslim, Hamza Yousaf vokal terhadap isu Palestina. Apalagi di saat ibu mertuanya terperangkap di Jalur Gaza seperti jutaan warga Palestina lainnya.

Dakwah Media BCA – Green

.notice-box-green {
border: 2px solid #28a745; /* Green border color */
background-color: #d4edda; /* Light green background color */
padding: 15px;
margin: 20px;
border-radius: 8px;
font-family: inherit; /* Use the theme font from WordPress */
text-align: center; /* Center the text */
}

Yuk bantu dakwah media BCA 1280720000 a.n. Yayasan Baitul Maal Hidayatullah (BMH). Kunjungi https://dakwah.media/

Istri Yousaf, Nadia El-Nakla, mengatakan kedua orang tuanya terjebak di Gaza setelah mengunjungi kerabat mereka di wilayah yang diblokade itu.

Nadia El-Nakla mengatakan bahwa orang tuanya, Elizabeth dan Maged, mengatakan kepadanya bahwa mereka merasa seperti akan mati. Elizabeth dan Maged melakukan perjalanan ke Gaza pekan lalu untuk mengunjungi seorang kerabat dan saudara laki-laki Nadia, yang bekerja sebagai dokter di Gaza, dilansir BBC Scotland.*

Baca juga: Mertua Perdana Menteri Skotlandia Terperangkap di Gaza

Sumber Klik disini

Tinggalkan Balasan

Table of contents

Read more

Berita lainnya