fbpx
Kamis, 30 Mei 2024

Pejabat Kejaksaan Meksiko Akui Negaranya Jawara Produksi Fentanyl

Share

Hidayatullah.com– Seorang pejabat senior dari Kantor Kejaksaan Meksiko (FGR) mengakui bahwa negaranya “jawara” dalam produksi fentanyl (fentanil).

Felipe de Jesús Gallo, kepala Badan Investasi Kriminal, merupakan pejabat Meksiko pertama yang secara terang-terangan masalah yang dihadapi negaranya berkaitan dengan narkoba sintetik, lansir Associated Press Rabu (24/4/2024).

Pernyataan tersebut jelas berseberangan dengan pernyataan sebelumnya yang diutarakan Presiden Andrés Manuel López Obrador, pejabat pertama Meksiko yang membantah bahwa fentanyl diproduksi di negaranya.

Meskipun di awal Obrador membantah adanya masalah fentanyl di negaranya, tetapi dia kemudian membuka diri untuk membahasnya dalam wawancara televisi dengan CBS dalam acara Sixty Minutes.

“Masalah utama di Amerika Serikat saat ini, menurut sudut pandang saya, adalah konsumsi narkoba dan khususnya konsumsi fentanyl,” kata Obrador.

Namun kemudian, Presiden Meksiko itu mengklaim bahwa CBS mengedit kata-kata yang diucapkannya, dan menayangkan suntingannya di mana seolah-olah dia sendiri yang membuat pernyataan bertentangan, bahws di negaranya “fentanyl tidak diproduksi” dab bahwa “hanya prokursornya yang datang”.

Akan tetapi penyataan Gallo yang disampaikan hari Selasa dalam International Conference on Synthetic Drugs justru menegaskan bahwa negaranya memang benar menghadapi masalah narkoba mematikan itu.

“Itu (fentanyl) merupakan sumber besar kekayaan dan kekuasaan bagi berbagai organisasi kriminal,” kata Gallo. 

Organisasi kriminal bahkan sudah memiliki model bisnis lawas tapi inovatif yaitu barter, di mana amphetamine ditukar dengan proskursor fentanyl sehingga jejak transaksi uang tidak terendus oleh aparat, paparnya.

Sebelum penjelasan Gallo ini, Meksiko selalu membantah negaranya merupakan bagian dari rute penyelundupan fentanyl ke Amerika Serikat.

Pada bulan Mei tahun lalu, ketika isu itu mencapai puncaknya, Presiden Obrador menegaskan pihaknya memiliki bukti bahwa Meksiko hanya kedatangan “produk yang hampir jadi”.

Dakwah Media BCA – Green

.notice-box-green {
border: 2px solid #28a745; /* Green border color */
background-color: #d4edda; /* Light green background color */
padding: 15px;
margin: 20px;
border-radius: 8px;
font-family: inherit; /* Use the theme font from WordPress */
text-align: center; /* Center the text */
}

Yuk bantu dakwah media BCA 1280720000 a.n. Yayasan Baitul Maal Hidayatullah (BMH). Kunjungi https://dakwah.media/

Selama beberapa tahun penyelundupan fentanyl merupakan masalah yang membuat Meksiko dan Amerika Serikat senantiasa saling bersitegang.

Narkoba sintetik itu, yang lebih kuat 50 kali dibandingkan heroin, menjadi penyebab kematian lebih dari 100.000 orang di Amerika Serikat selama tahun 2023 saja, menurut data resmi.

United Nations Office on Drugs and Crime memperingatkan peningkatan penyebaran narkoba sintetik ke seluruh dunia karena narkoba itu murah biaya produksinya, lebih kecil risiko terdeteksinya dan mendatangkan keuntungan lebih besar bagi kelompok dan organisasi kriminal.*

Sumber Klik disini

Tinggalkan Balasan

Table of contents

Read more

Berita lainnya