fbpx
Minggu, 23 Juni 2024

Kepala Daerah di Normandy Prancis dan Wakilnya Terlibat Perdagangan Narkoba

Share

Hidayatullah.com– Wali kota kecil Canteleu di Normandy, Prancis, dan wakilnya tersandung kasus hukum perdagangan narkoba.

Disebabkan masalah prosedural sejak 27 Mei, persidangan yang akan digelar di Bobigny, pinggiran Paris, ditunda sampai hari Senin, lansir RFI Sabtu (8/6/2024).

Persidangan di Pengadilan Pidana Seine-Saint-Denis telah digagalkan oleh tuntutan-tuntutan dari pengacara para terdakwa yang menghalangi pemeriksaan fakta terhadap 19 tersangka.

Diantara para terdakwa adalah bekas wali kota dan wakil wali kota kecil Canteleu. Keduanya tersangkut dengan jaringan penyelundupan kokain, heroin dan ganja – yang diduga dijalankan oleh geng narkoba Prancis yang ditakuti di daerah itu, klan Meziani.

Polisi mengatakan bahwa Canteleu, sebuah kota kecil berpenduduk 14.000 jiwa di daerah Normandy, sudah menjadi pusat perdagangan narkoba selama 15 tahun.

Kasus yang melibatkan dua pejabat tinggi daerah ini mencerminkan seberapa jauh pengaruh jaringan narkoba di kota kecil itu.

Bekas walinkota Canteleu, Mélanie Boulanger, 47, membantah tuduhan terlibat.

Terpilih pada pemilu 2014, Boulanger merupakan politisi Sosialis terkemuka di Normandy. Wanita itu diduga menekan kepolisian setempat untuk tidak mengusik bisnis yang melibatkan klan Meziani, yang dikabarkan merajalela di Canteleu dan menebarkan ketakutan di kalangan penduduk.

Keluarga Meziani diduga mengancam dan memanipulasi wali kota lewat wakilnya, Hasbi Colak, yang juga menjadi terdakwa.

Dalam percakapan telepon yang disadap pihak berwenang, salah satu anggota keluarga Meziani mengancam akan membakar gedung balai kota, dan pada saat yang sama menawarkan garansi Boulanger terpilih kembali dan kota Canteleu aman damai jika dia menuruti apa yang diminta klan Meziani.

Boulanger – bekas kandidat nomor satu partai Sosialis/Hijau Prancis untuk dapil Normandy pada pemilu regional 2021 – ditangkap pada Oktober 2021 dan dikenai dakwaan terlibat dalam perdagangan narkoba pada April 2022. 

Politisi wanita itu mengundurkan diri awal tahun ini, menyusul penetapan dirinya sebagai terdakwa.

Kasus ini berawal pada September 2019 dengan penangkapan dua individu di sebuah lahan parkir di Saint-Denis, utara Paris, yang dicurigai melakukan transaksi narkoba.

Salah satu tersangka membawa uang tunai €50.000, sementara satunya lagi membawa dua kilo kokain dengan kadar kemurnian 80 persen.

Penyelidikan terhadap pihak pembeli dalam transaksi itu mengarahkan Departemen Kepolisian Seine-Saint-Denis ke kota kecil Canteleu di Normandy, markas klan Meziani yang dicurigai merupakan pemain inti dalam perdagangan narkoba di sekitar Rouen.

Sejak kematian kepala keluarga itu, Mohamed, dalam kecelakaan lalu lintas pada 2019, saudara lelakinya Aziz Montacer diduga mengambil alih bisnis narkoba klan Meziani.

Investigasi – yang mencakup rekaman suara dan penyadapan secara ekstensif – mengungkap jaringan besar impor dan perdagangan obat-obatan terlarang, yang mengedarkan ganja serta heroin dan kokain.

Polisi memperkirakan organisasi mereka setiap tahun mencetak laba lebih dari €10 juta dari bisnis kokain dan heroin saja.*

Sumber Klik disini

Tinggalkan Balasan

Table of contents

Read more

Berita lainnya