fbpx
Minggu, 23 Juni 2024

Bodoh Dipelihara! Aparat New Zealand Geram Lihat Aksi Pria “Body Slam” Paus Orca

Share

Hidayatullah.com– Upaya seorang pria New Zealand yang melompat dari atas sebuah perahu demi melakukan aksi “body slam” terhadap seekor paus orca dinilai sebagai tindakan “mengejutkan” dan “bodoh” oleh Department of Conservation negara itu.

Dalam sebuah rekaman video yang dibagikan di Instagram pada bulan Februari, seorang pria terlihat berdiri di tepian sebuah perahu dan melompat ke dalam laut di pesisir Devonport di Auckland. Tampak jelas aksi itu sengaja dilakukan pria itu untuk membenturkan tubuhnya dengan badan seekor orca yang sedang berenang di dekat perahu, kata Departemen Konservasi. Dia melompat sangat dekat dengan anak orca jantan itu, sementara seseorang merekam aksinya dan beberapa orang lain terdengar tertawa dan mengeluarkan ujaran kotor.

Ketika berenang kembali ke perahu pria itu berteriak “Saya menyentuhnya” dan bertanya apakah temannya berhasil merekam aksi nekatnya tersebut. Pria itu kemudian tampak berusaha untuk menyentuh orca itu lagi.

Hayden Loper, penyidik utama di departemen itu, mengatakan pria berusia 50-an tahun itu menunjukkan tindakan ceroboh yang mengabaikan keselamatannya sendiri dan keselamatan hewan tersebut.

“Video itu menunjukkan dengan jelas, mengejutkan dan perilaku yang benar-benar bodoh,” tegasnya, seperti dilansir The Guardian Rabu (22/5/2024).

Pihak Departemen Konservasi mendapatkan laporan dari sejumlah warganet yang melihat rekaman tersebut di media sosial. Bekerja sama dengan pihak kepolisian, petugas dari departemen itu berhasil mengidentifikasi pelaku dan mengganjarnya dengan denda $600.

“Tindakan itu jelas melanggar Marine Mammals Protection Act. Orca dikategorikan sebagai hewan paus yang dilindungi UU konservasi dan adalah tindakan ilegal berenang bersama (di dekat) atau mengusik atau melukai hewan mamalia laut apapun,” kata Loper.

Orang kerap melanggar UU itu tanpa disengaja, kata Loper. Contohnya, mengendarai jetski terlalu dekat demgan seekor mamalia laut, tetapi dalam kasus ini, “Itu sangat jelas sekali merupakan contoh nyata dari suatu kebodohan.”

Loper mengatakan tindakan bodoh itu sengaja dilakukan untuk mendapatkan jempol suka dan dilihat oleh banyak warganet.

“Ini semacam mentalitas kawanan dan mereka mendorong perilaku seperti ini,” imbuh Loper.

Paus orca atau dikenal juga dengan julukan “paus pembunuh” – meskipun tidak ada catatan yang menunjukkan orca pernah membunuh manusia yang memang bukan mangsa organiknya – mudah ditemukan di perairan New Zealand. Namun, dengan populasinya yang tinggal hanya sekitar 150-200 ekor, paus orca dimasukkan ke dalam daftar hewan yang terancam punah.

Anak orca dalam kasus ini tampaknya luput dari cedera. Namun menurut Hannah Hendriks, penasihat teknis maritim di Departemen Konservasi, melompat ke dalam air dan mengenai tubuh hewan lumba-lumba atau paus kecil sangat berpotensi merusak sensitivitas sirip mamalia laut itu.

Aksi melompat ke dalam air dekat hewan-hewan tersebut dapat membuat mereka terkejut dan panik dan akibatnya mereka berisiko menabrak baling-baling atau lunas kapal.

“Berinteraksi dengan kawanan mamalia laut dapat mengganggu perilaku alamiah mereka seperti berisitirahat, makan, dan bersosialisasi dengan sesamanya, yang dalam jangka panjang dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk bertahan hidup dan beranak-pinak. Sementara gangguan berulang yang dialami hewan-hewan itu di habitatnya bisa mendorong mereka terpaksa meninggalkan daerah tersebut,” papar Hendriks.

Berinteraksi dengan anak mamalia laut dapat menimbulkan petaka bagi hewan itu karena membuatnya berisiko tertinggal dari kawanannya yang sudah berenang ke tempat lain, padahal mamalia yang masih kecil membutuhkan susu dan suapan makanan dari ibunya. Akibatnya, anak paus akan kelaparan, terdampar dan akhirnya mati.*

https://youtube.com/watch?v=RaTB-ylUGsw&feature=oembed

Seorang pria di New Zealand berusaha melakukan “body slam” terhadap seekor anak paus orca.

Sumber Klik disini

Tinggalkan Balasan

Table of contents

Read more

Berita lainnya