GAR ITB Tuduh Din Syamsuddin Radikal, Muhammadiyah Bantah Jangan Mengada-Ngada

Din Syamsuddin, (foto: suaraislam)
banner 468x60
Bagikan:

Jakarta – Gerakan Anti Radikalisme Amluni ITB (GAR ITB) melaporkan Prof Din Syamsuddin kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) atas tuduhan radikalisme. Tuduhan itu langsung ditepis mentah-mentah oleh pimpinan Muhammadiyah.

Ketua Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Razikin menegaskan, tuduhan itu merupakan yal yang mengada-ngada. “Langkah kelompok GAR ITB itu dapat memicu kemarahan warga Muhammadiyah secara keseluruhan,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Ia menjelaskan tuduhan yang dialamatkan GAR ITB terhadap Prof Din sebagai tokoh radikal membuat ketersinggungan dan merahan warga kader Muhammadiyah.

Menurut mantan ketua DPP IMM ini, Din merupakan mantan ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah dan mantan ketua Umum PP MUhammadiyah yang selama ini mendedikasikan hidupnya dalam mendorong perdamaian, toleransi dan multikulturalisme.

“Apa yang telah dilakukan GAR ITB sama halnya mencederai seorang Din Syamsuddin dan keluarganya,”tambahnya.

Sementara itu, GAR ITB telah mengumpulkan berbagai bukti laporan mengenai Din Syamsuddin mengenai pelanggaran substansial atas norma dasar, kode etik dan kode perilaku ASN dan/atau pelanggaran disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sebagai informasi, Prof Syamsuddin saat ini tercatat sebagai ASN dengan jabatan dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan  Majelis Wali Amanata (MWA) di ITB.

Adapun enam poin pelanggaran yang dituduhkan terhadap Din dalam surat laporan GAR ITB adalah

  1. Din Syamsuddin dianggap bersikap kontrofotif terhadap lembaga negara dan terhadap keputusannya. Hal itu diketahui melalui pernyataanya pada 29 Juli 2019 lalu yang menyinggung adanya rona ketidak jujuran dan keidakadilan dalam proses peradilan di MK mengenai memutus perkara sengketa Pilpres 2019.
  2. Din dinilai mendiskripsikan pemerintah, menstimulasi perlawanan terhadap pemerintah, yang beresiko untuk terjadinya proses disintegrasi bangsa.GAR menilai Din konsisten menyuarakan penilaian negatif terhadap pemerintah. Tindakan itu dinilai melalui pernyataan Din dalam webinar ‘Menyoal Kebebasan Berpendapat dan Konstitusionalitas Pemakzulan Presiden di Era Pandemi Covid-19’ pada 1 Juni 2020 yang digelar oleh Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadyah (MAHUTAMA) dan Kolegium Jurist Institute (KJI).
  3. Pada pra-deklarasi kelompok KAMI pada, 2 Agustus 2020. Din dinilai telah mengeluarkan pernyataan yang dianggap framing yang menyesatkan pemahaman masyarakat Indonesia.GAR ITB menilai penyampaian Din dikesankan seolah-olah Indonesia sedang dalam kondisi sangat darurat, akibat dari praktek oligarkhi, kleptokrasi, korupsi, dan politik dinasti.
  4. Din dianggap menjadi pemimpin dari kelompok yang beroposisi terhadap pemerintah.GAR ITB berpendapat, acara deklarasi kelompok KAMI di Jakarta pada 18 Agustus 2020 merupakan sebuah konfirmasi resmi atas posisi Din Syamsudin di dalam kepemimpinan kelompok KAMI. Oleh karenanya kedudukan Din di kelompok KAMI terhadap pemerintah Indonesia dinilai cerminan dari posisi Din terhadap pemerintah pula.
  5. Din dianggap menyebarkan kebohongan, melontarkan fitnah, serta menghasut publik agar bergerak melakukan perlawanan terhadap pemerintahan yang sah.Pidato Din pada saat deklarasi kelompok KAMI di Bandung, Jawa Barat, 7 September 2020, GAR ITB memandang Din menyatakan seolah-olah telah terjadi kerusakan-kerusakan bangsa pada masa kini yang skalanya besar daripada kerusakan-kerusakan yang terjadi selama masa penjajahan Belanda.
  6. Din dinilai melontarkan fitnah dan mengeksploitasi sentimen agama  perihal penganiayaan fisik yang dialami oleh Ulama Syekh Ali Jaber.Din menyatakan penilaiannya tersebut merupakan bentuk kriminalisasi terhadap ulama, dan kejahatan berencana terhadap agama dan keberagamaan. Sedangkan GAR menyebutkan kasus itu adalah tindakan umum yang tidak terorganisir.
banner 300x250
Bagikan:
READ  Masuk Pergantian Tahun 2021, Ini Pesan Wapres RI kepada Masyarakat Indonesia

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *